Materi Pengajaran
Baca, renungkan, dan pelajari materi ini.
Jika di Wahyu 21 kita mengetahui bentuk, ukuran dan tampilan kota Yerusalem Baru, di Wahyu 22 ini kita mau lihat isinya.
Wahyu 22:1-2 (IMB) Dan ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan yang murni, jernih seperti kristal, yang keluar dari takhta Elohim dan Anak Domba. Di tengah-tengah jalan raya kota itu dan di setiap sisi sungai itu ada pohon kehidupan yang menghasilkan dua belas jenis buah berdasarkan bulan, setiap bulan menghasilkan buahnya sendiri, sedangkan semua daun pohon itu untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.
Yohanes ditunjukkan ada sungai air kehidupan yang murni, jernih seperti kristal keluar dari tahta Elohim dan Anak Domba. Dan di tengah-tengah jalan raya kota itu air kehidupan yang murni itu mengalir dan pada kiri kanan sungai itu tumbuh Pohon-pohon Kehidupan, yang mengeluarkan dua belas macam buah dan berbuah sebulan sekali; daun-daunnya dipakai sebagai obat untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Dengan adanya daun pohon untuk menyembuhkan bangsa bangsa berarti ada yang sakit badannya, ini menunjukkan saat dibumi baru kita hidup dengan tubuh, jiwa dan roh kita seperti saat dibumi ini.
Di Kota Yerusalem Baru inilah terletak Taman Eden yang dahulu Adam dan Hawa ditempatkan, ini terlihat dari pohon pohon kehidupan dan sungai yang mengalir didalamnya, karna rancangan Elohim adalah tinggal bersama manusia di Taman Eden tapi karna manusia berdosa maka dikutuk dan dibuang dimana dia diciptakan yaitu dari tanah dibumi yang lama ini.
Kejadian 2:8-10 (IMB) Lalu YAHWEH Elohim, membuat sebuah taman di Eden, di sebelah timur, di sana Dia menempatkan manusia yang telah dibentuk-Nya. Dan YAHWEH Elohim, menumbuhkan dari bumi segala pohon yang menarik untuk dilihat dan baik untuk dimakan, juga pohon kehidupan di tengah-tengah taman serta pohon pengetahuan baik dan jahat. Dan dari Eden ada sebuah sungai yang mengalir untuk mengairi taman itu. Dari sungai itu terpencar menjadi empat sungai.
Untuk memperkuat bahwa Taman Eden ada di bumi Yang Baru ada ayat juga yang menunjukkan bahwa iblis dulu juga hidup disana dan menjadi "kerub pelindung", maka dia bisa menggoda Adam dan Hawa.
Yehezkiel 28:13-15, FAYH "Engkau tinggal di Taman Eden, taman Elohim. Pakaianmu berhiaskan permata batu merah delima, krisolit, intan, yaspis, permata pirus, krisopras, nefrit, lazurit, dan batu darah, dengan ikatan dari emas. Semuanya disediakan bagimu pada hari engkau diciptakan. Aku telah mengangkat engkau untuk menjadi kerub pelindung. Engkau dibolehkan memasuki gunung kudus Elohim. Engkau berjalan di antara batu-batu gemerlapan. Engkau sempurna dalam segala perbuatanmu sejak engkau diciptakan sampai engkau berbuat salah."
Setelah iblis berdosa, jatuh dalam kesombongan ingin menyamai Elohim karena kesempurnaan yang diberikan kepadanya, lalu Iblis dilempar ke bumi dan mendirikan kerajaan maut di dunia ini.
Yehezkiel 28:17, FAYH "Hatimu menjadi sombong karena keindahanmu; engkau merusak hikmatmu demi kemegahanmu. Sebab itu Aku akan mencampakkan engkau ke bumi, sehingga engkau tidak berdaya dan menjadi bahan tontonan di hadapan raja-raja."
Jadi Taman Eden letaknya bukan dibumi ini tapi di Bumi Yang Baru. Kalau kita ingin hidup disana selamanya sekaranglah saatnya bayar harga.
Wahyu 22:3-5 (IMB) Di dalam kota itu tidak akan ada lagi kutuk. Takhta Elohim dan Anak Domba akan ada di dalamnya, dan para hamba-Nya akan melayani-Nya. Mereka akan melihat wajah-Nya, dan Nama-Nya akan tertulis pada dahi mereka. Malam tidak akan ada di sana, mereka tidak membutuhkan lampu dan sinar matahari, karena TUHAN, Elohim, akan menerangi mereka dan mereka akan memerintah untuk selama-lamanya.
Sekali lagi dikatakan disana tidak ada lagi kutuk atau hukuman karna semua yang tinggal didalamnya memiliki hati taat dan menjaga kekudusan, mereka yang bisa hidup di Bumi Baru nanti adalah manusia yang sudah lulus melewati penyaringan dan ujian dari Anak Domba. Mereka akan bisa memandang Wajah Tuhan secara langsung dan nama Elohim tertulis di dahi mereka. Disana tidak ada malam, tidak ada kegelapan karna terang Elohim sendiri yang menerangi Kota Yerusalem Yang Baru itu.
Selesai Membaca
WAHYU 22